Geliat Street Photography Indonesia Pada Perhelatan 24HourProject 2017

528
0

Perhelatan 24HourProject 2017

Tulisan disusun oleh Tomi Saputra (@udatommo)

Sangat diluar dugaan pada tahun 2017 jumlah peserta pada 24HourProject bertambah sangat pesat, 2016 peserta untuk keseluruhan Indonesia hanya puluhan orang, dan jauh lebih kurang pada tahun ini, ratusan peserta yang berpartisipasi.

Masih tertancap kuat pada ingatan saya peserta di Bandung hanya 4 orang, pertama kali bertemu dengan Sari, ambassador 24HourProject Bandung 2016 dan 2017.

Kita memulai dari Braga sampai Alun-Alun kota Bandung dari tengah malam sampai menjelang subuhnya, dan ketika itu tidak banyak kawan-kawan di Instagram yang memenuhi timeline dengan foto postingan khusus untuk #24HourProject. Salah satunya waktu itu yang meramaikan timeline adalah om Chris Tuarissa.

Artikel ini bukan lah laporan lengkap dari berlangsungnya 24HourProject di Indonesia, maupun laporan kegiatan pra event. Tapi kumpulan testimoni peserta dari berbagai kota dan juga video yang telah digabungkan menjadi satu.

Testimoni para participant 24Hours Project 2017

“2017 menjadi tahun kedua saya mengikuti acara 24hourproject sebagai partisipan dan sekaligus ambassador di Kota Bandung. Jauh berbeda dari tahun lalu, tahun ini partisipan di kota Bandung (dan seluruh Indonesia) sangat meningkat.

Jika tahun lalu hanya terdapat 4 partisipan saja, 1 April 2017 kemarin terdapat kurang lebih 40 partisipan yang bergabung meramaikan 24hourproject di Bandung. Sebagian dari para partisipan juga menyempatkan untuk hunting bersama saat 24hourproject dimulai, sehingga acara ini juga menjadi ajang bersilaturahmi sesama penggiat fotografi.

Bagi saya ini sungguh luar biasa menyenangkan karena akhirnya 24hourproject mulai dikenal. Sehingga saat acara, foto-foto yang disiarkan langsung dan dilihat oleh seluruh dunia melalui tagar #24hr17 dan #24hr17_Bandung lebih bervariatif dibanding tahun lalu. Bagi saya ini sukses sekali dan pencapaian ini tentunya tidak lepas dari dukungan Uda Tomi yang tahun ini menjadi ambassador 24hourproject di Kota Bandung.” – Sari (@srwrd) Bandung ambassador.”

Sari (@srwrd) Bandung ambassador.

“24Hours project adalah satu proyek yang cukup berkesan buat saya. Selama 24 jam saya merasa sulit bernapas dengan santai, satu jam begitu cepat berlalu. Untungnya, saya ini orangnya tak pilih-pilih tempat tidur, di emper toko, selasar gedung kuliah, maupun meja taman pun jadi.

Pukul 15.00 menjadi titik paling kritis bagi saya dan Adriana (sering dipanggil Ana) dalam menjalani proyek ini.

Pada waktu tersebut Ana sudah mulai mengeluh karena badannya mulai pegal dan kakinya mulai sakit, sementara saya dilanda kantuk yang teramat sangat. Pada akhirnya kami bersyukur dapat menyelesaikan proyek ini hingga jam terakhir.

Ibarat mendaki gunung, kami akhirnya di puncak dengan rasa puas yang telah kami reguk. Semoga masih ada kesempatan untuk ikut serta proyek menarik seperti ini lagi.” – Caesar Akbar (@caesarrakbar ) Bandung participant.

Syafrizal Gatfani (@syafrizalgatfani) Bandung participant

“Saya Fereza sangat bersemangat dan antusias sekali dengan 24hourproject ini, pertama mengetahui projek ini dari sebuah laman Instagram kemudian saya tertarik untuk terlibat langsung di dalamnya, setelah tahu program ini adalah sebuah program kemanusiaan saya menjadi sadar bahwa tidak semua orang tahu tentang kota yang kita tinggali, ada sesuatu yang berbeda dan harus kita angkat dari suatu kota lalu menemukan beragam perbedaannya, pengalaman yang menyenangkan bisa berkumpul dengan fotografer lain sharing informasi dan mempererat persaudaraan, serta belajar mengkoordinasi acara dengan teman-teman lain, ini adalah pengalaman yang luar biasa yang baru bagi saya, sukses terus buat 24hourproject, semoga semakin banyak partisipan dan ambassador yang terlibat dalam kegiatan ini.” Fereza (@bayangan_berbeda) Surabaya ambassador.

“Seru Da… Karena bisa rasakan sosialnya kota Palu selama 24 jam full kayak gmna.. Ternyata banyak momen indah selama 24 hour at my city yang kadang kita lewatkan.
Dan berharap 24hours selanjutnya agar pesertanya lebih antusias lagi untuk memperlihatkan kehidupan kota kita kepada dunia khususnya melalui 24hoursproject ini.” – Edho (@edhonesia) Palu participant.

“Kesan dan kesan mengikuti 24hourproject saya bisa tau kegiatan masyarakat sekitar mulai dari terbenamnya matahari hingga terbitnya matahari, bisa tau keluh kesahnya bisa merasakan apa yang mereka rasakan.” – Ncim (@nikennandaw) – Palembang participant.

“Alhamdulilah dari 24hourproject bisa menemukan dan mempersatukan, kita dan puas melihat antusias teman-teman yang ingin belajar street photograhy, semoga menjadi sebuah kebangkitan untuk street photograhy Banda Aceh. Ingat tahun lalu jalan sendiri, tahun ini alhamdulilah bisa jalan dengan teman-teman.” – Dayat (@agandayat.id) Aceh participant).

“Jika setiap umat beragama memiliki hari raya keagamaan, dan memiliki tanggal kelahiran setiap manusia, maka 1 April adalah sebuah moment hari raya street photographer, inilah yang dapat di ungkapkan pada hari raya street, di plototin, di anggap aneh sama masyarakat, tetapi ini adalah merupakan salah satu ajang saling sharing tentang street photography, saling berbagi dan saling membimbing tentang street photography, dimana setiap komunitas berkumpul dengan teknik dan kemampuan masing-masing tetapi semuanya di satukan pada ajang hari raya street photography dan hanya satu kata terakhir “saleum street aneuk Aceh“. – Mulyadi (@berong_bnw) Aceh participant.

“Kesan dan pesan saya untuk pertama kalinya mengikuti acara 24hourproject kemarin sangat seru dan penuh dengan tantangan, dari panas2an sampe hujan2an kami lalui tiap jamnya. Khususnya untuk Jakarta sendiri kami mengambil waktu selama 12 jam memulai pukul 06.00 sampai 18:00.

Di Jakarta sendiri ini baru pertama kalinya diadakan hunting bareng di acara 24hourprojectnya, saya sangat terkejut karena banyak yang antusias mengenai acara ini, kira-kira tembus sampai 50 orang untuk wilayah jakarta dan tidak sedikit pula karya mereka yang di upload di tiap jamnya.

Untuk saya pribadi dari 12 jam saya menelusuri kota Jakarta dengan rute Gajah Mada – Glodok – Asemka -Kota – Istiqlal – Monas saya hanya mendapatkan 7 foto yang di upload pada jam. Untuk melihat karya-karya peserta acara 24hourproject edisi Jakarta bisa di cek di #24HourProject_isijbdtb”. – Respati (@rezvaty) Jakarta participant.

Konklusi

Semakin banyaknya peminat tentunya bisa menjadi efek positif pada perkembangan street photography di Indonesia, tapi pertanyaannya adalah, apakah hal ini hanya akan menjadi euforia ataukah memang karena passion sesungguhnya pada street photography. 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.