Jawaban QnA with Tomi Saputra (@udatommo)

392
0

Jawaban QnA with Tomi Saputra

Mohon ma’af sebelumnya dari semua admin @maklumfoto saya paling pertama diajukan pertanyaan dan saya juga yang paling belakangan menjawab, semua dikarenakan kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga baru bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.

Halo juga @andyrahardy, salam kenal. Jenuh tentunya punya faktor yang berbeda pada setiap orang, menurut saya sebaiknya temukan dulu apa yang membuat jenuh itu muncul, dan cobalah untuk keluar dari zona nyaman, pindah lokasi pengambilan gambar pada tempat baru, street photography adalah mobile photography tentunya pada tempat baru akan menemukan hal baru juga.

Halo Akong @choukyin, menurut saya street photography memiliki perkembangan yang cukup pesat, banyak karya yang kian hari semakin bagus dan unik, tidak lagi mengepankan sisi documentary dengan menampilkan pesan yang lugas, tidak jarang malah membiarkan penikmat bermain dengan imajinasi masing-masing. Seiring berkembangnya street photography ilmunya saya lihat memberikan pemahaman-pemahaman baru, dan terus bergerak maju, ‘mengambang’ disini kita kaji dari mana, dari ilmu yang ada menjadi acuan literasi atau pemahaman pada umumnya, jika pemahaman pada umumnya bisa saja mengambang karena minim minat baca dan untuk mempelajari lebih jauh para pegiat street photography, dan banyak pemahaman beredar yang cenderung membatasi ruang gerak dalam berkarya.

Halo @allmendo_000, tindakan subjek menghindari difoto itu adalah suatu bentuk penolakan untuk difoto, kita kembalikan posisinya, jika anda berada di ruang publik tiba-tiba ada orang yang ingin memotret anda, apakah anda menghindar atau bersedia saja? Tentunya ada pendekatan tersendiri yang bisa dilakukan ketika memotret di ruang publik, sebuah senyuman bisa saja membuahkan hasil.

Hey @_ichsan.s_, Jawaban ini bisa panjang saya jawab jika menyebutkan nama satu persatu, diantaranya fotografer Magnum Photos, kawan-kawan Fotoemperan, Instastreetid, tim MaklumFoto dan semua pegiat fotografi menurut saya yang memiliki keunikan tersendiri, dalam pengaruh dalam berkarya saya tidak selalu dipengaruhi oleh fotografer pegiat street photography.

Halo @hardiyansyah___, tergantung rejeki dan waktu ya, diongkosin juga gak menolak kok hehehe 😀

Hey @astaprihasta, kalau saat ini saya tidak membatasi diri untuk mengikuti pendekatan tertentu, saya hanya memotret dari apa yang menurut saya menarik.

Salam kenal @ndiesign3d, ada suatu foto yang sangat berkesan buat saya, foto ini berkesan karena pertama kali. Foto ini saya ambil pada September 2015. Pengambilan foto berlokasi di depan pintu masuk sate Maranggi Purwakarta. Ada beberapa alasan kenapa foto ini menjadi sangat berkesan, diantaranya adalah ini pertama kalinya saya dan kawan-kawan @fotoemperan mengadakan photo trip keluar dari kota Bandung, dimana ketika itu sedang berlangsung event Bandung Lautan Photographer.

Pilihan yang tentunya ketika itu bukanlah diambil oleh kalangan pegiat fotografi pada umumnya ketika itu di kota Bandung khususnya. Tidak hanya demikian, pada foto inilah pertama kalinya saya menggunakan kamera analog jenis rangefinders, menggunakan kamera Canonet G-III 17 dan juga pertama kalinya menggunakan film jenis BW, Rollei Rpx 400 yang digunakan ketika itu.

Dengan foto inilah pertama kalinya saya mendapatkan Nominasi World Street Photography Photobook 2015/2016 dari situs www.world-street.photography.com.

Hey, @gustianavi, mengenai hal ini pernah aku bahas pada artikel Perspektif pada Street Photography, artikel diawal mengenal street photography.

Hm ada @choc.c.o, pertanyaan yang dijawab hanya mengenai memilih BW atau warna ya. Tentunya jawaban aku adalah BW, pada foto hitam putih aku merasa lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu.

Hey Arya, pertanyaan yang saya tangkap lebih mengesankan seperti tidak mengenal diri sendiri ya, apakah memang sudah mendalami berbagai genre? Menurut saya ‘mencoba’ dan ‘mendalami’ itu suatu hal yang berbeda. Jadi pertanyaan ini terlalu terburu-buru menurut saya diajukan. Atau tanya ke diri sendiri, apakah passion anda memang fotografi? Passion atau hanya sekedar euforia?

Halo om Lili, menurut saya adalah bagaimana seorang pegiat street photography itu jujur kepada diri sendiri dan bagaimana merespon, menemukan keunikan tersendiri dari ruang publik, tentunya ada pesan yang disampaikan walaupun tidak mudah dipahami dengan mudah oleh setiap orang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.