Street Photography Interview Series: #17 Rohit Vohra (@rohit_apf)

185
2

Street Photography Interview Series: Rohit Vohra

Street Photography Interview Series kali ini menghadirkan seorang fotografer ternama dari India. Salah satu pendiri dari Art Photo Feature Magazine. Menjadi juri dan kurator di Brussel Street Photography Festival, International Photography Awards, Photography Grant, Siena International Photo Awards, Moscow International Photo Awards, Tokyo Photo Awards dan masih banyak lagi.

Ia juga menceritakan pandangannya tentang perkembangan Street Photography di Indonesia dan berbagi tips dan trik membuat foto layering yang menjadi ciri khas nya. Penasaran? Ini lah Rohit Vohra (@rohit_apf), salah satu Official Fuji X-Photographer. Simak wawancara Maklum Foto bersama Rohit.

All photos in this article copyrighted by Rohit Vohra

MF: Perkenalkan diri anda dan bagaimana cara pandang anda terhadap Street Photography!

Rohit: Hai, Nama saya Rohit Vohra dan saya seorang Street Photographer yang berbasis di India. Saya memotret di jalanan selama 15 tahun terakhir. Dalam mencari metode baru untuk membaca sebuah kota, saya mencoba untuk memotret hubungan antar manusia berserta elemen dasar kehidupan. Saya tertarik dengan fotografi cukup lama dan saya ingat sekali, saya menggunakan Kodak Hot-shot Camera di acara keluarga. Saya kira saat itulah benih-benih fotografi mulai muncul.

MF: Mengapa Anda memilih serius di dunia Street Photography?

Rohit: Street Photography adalah salah satu bentuk fotografi yang paling murni. Saya suka dengan tantangan yang ada, memotret sesuatu yang tidak saya ketahui. Ketika Anda berada di jalanan, Anda benar-benar tidak tahu hasil apa yang akan anda dapatkan. Saya menikmati Street Photography karena ketidakpastian ini … kesenangan saat menangkap momen yang bagus … cahaya, tekstur, dan elemen ada di tempat yang tepat.

Seperti keselarasan diantara elemen-elemen ini, mereka muncul bersama-sama secara acak, kemudian kita sebagai fotografer menjahitnya, menciptakan momen yang tepat dalam waktu yang singkat sebelum momen itu hilang selamanya … itulah yang saya nikmati. Ketika saya di jalanan, saya ingin menunjukkan persepsi saya terhadap keadaan sebenarnya. Street Photography seperti sebuah terapi bagi saya pribadi.

MF: Sepertinya Anda benar-benar mencintai Kolkata, apakah ini yang mendasari Anda untuk memperkenalkan Kolkata kepada dunia internasional melalui Street Photography?

Vineet: Saya mengunjungi Calcutta, sekarang secara resmi disebut Kolkata, untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Saya terpesona dengan tempat ini dan ingin orang-orang melihat the real of Kolkata. Roda kehidupan terjadi di jalanan, di tempat umum. Saya punya banyak teman di Kolkata sejak saat itu dan tempat ini terasa seperti rumah sendiri. Kolkata sangat kaya akan budaya dan semua orang yang bepergian ke India, harus mengunjungi Kolkata.

MF: Menurut analisa kami, Anda dan Vineet Vohra telah melakukan banyak hal untuk membuat Street Photography di India menjadi terkenal. Dapatkah Anda memberi tahu kami apa jenis program yang Anda lakukan untuk memajukan India dari segi Street Photography?

Rohit: Kami telah memotret bersama untuk beberapa waktu dan pada tahun 2013, saya membahas ide untuk membuat majalah dengan Vineet, yang ia mengatakan ya, kemudian APF lahir. Tujuannya sederhana, menyediakan platform bagi seniman dan fotografer untuk menampilkan karya dan bakat terbaik mereka.

Kami berdua bertindak sebagai pendidik dan kami senang mengajar, kami mengkombinasikannya dengan perjalanan (travelling) kami dan mulai melakukan workshop. Program workshop APF tingkat pemula biasanya menghabiskan waktu 3-hari. Selama workshop 3 hari intensif ini kita akan fokus pada berbagai topik; aspek dari Street Photography, pencahayaan dan bagaimana cara memanfaatkannya.

Komposisi foto – dari yang sederhana sampai berlapis-lapis, bercerita lewat foto, bagaimana membuat sebuah project, mengembangkan gaya pribadi dan memahami visual yang ada di sekelilingnya.

Kelas master dibuat untuk fotografer tingkat lanjutan. Kami memandu fotografer dan membantu mereka untuk mencapai tujuan pribadi mereka, apakah untuk membantu mereka menulis esai foto, atau proses seleksi. Kelas ini lebih personal dan lebih berfokus pada diri mereka masing-masing.

MF: Karya-karya Anda banyak didominasi oleh layering dan pastinya social documentary, apakah Anda memiliki alasan untuk ini?

Rohit: Saya pribadi lebih tertarik dengan visual yang kompleks. Kebanyakan karya saya memiliki subjek jamak, idenya adalah untuk memasukkan lebih banyak informasi tentang sebuah tempat atau jalan, ada garis tipis yang saya manfaatkan untuk menciptakan foto-foto ini, kita harus berhati-hati dengan garis tipis ini agar tidak menimbulkan kekacauan bagi penikmat, tentunya secara visual.

Saya ingin penikmat foto untuk melihat bagaimana berbagai momen dapat hidup berdampingan dan kadang-kadang bertentangan satu sama lain dalam frame yang sama. Beberapa karya BW terbaru saya, saya ambil dengan iPhone memiliki subjek tunggal (@rohit_apf) dan saya menikmatinya juga, jadi saya rasa saya mencoba banyak hal.

MF: Apa saja tips untuk menguasai teknik layering yang baik?

Rohit: Saya melihat banyak fotografer mencoba layering, kemudian mereka gagal. Saran saya, jangan memaksakan diri untuk membuat foto yang kompleks. Anda harus tahu alasannya, kenapa Anda memasukkan atau tidak memasukkan sesuatu dalam foto anda. Pertama, anda harus memilih subjek tunggal.

Kemudian menambahkan orang lain dan terus menambah orang ke 3 dalam frame.

Setelah Anda menguasai itu, Anda bisa pindah secara bertahap ke orang ke 4 dan 5. Carilah cara bagaimana semuanya bisa masuk bersama-sama dalam frame, perluas pandangan Anda dalam memperhatikan sekitar.

MF: Apa saja pencapaian Artphotofeature sampai saat ini?

Rohit: Saya pikir kami sudah melakukannya dengan cukup baik dalam 3 tahun terakhir. Kami punya perencanaan dan kemudian kami harus memperlambat beberapa hal, tapi saat ini kami sudah kembali ke jalur yang tepat dan akan terus maju. Kami adalah satu dari tiga Majalah Street Photography teratas di dunia berdasarkan rating saat ini.

Kami juga Grup Street Photography terbesar kedua di FB dengan lebih dari 127K anggota aktif dari seluruh dunia. Kami memiliki beberapa rencana menarik untuk tahun 2017 dan saya kira Anda harus menunggunya.

MF: Apa pendapat Anda tentang perkembangan dan kemajuan Street Photography di Indonesia?

Rohit: Kami selalu memperhatikan Indonesia; kami sudah melihat beberapa bakat besar yang muncul dari Jakarta. Saya pikir pertumbuhannya sangat cepat dan itu hal yang bagus. Banyak orang yang tertarik dengan Street Photography dan Indonesia adalah tempat yang bagus untuk memotret.

MF: Ada rencana mengunjungi atau mengadakan workshop di Indonesia?

Rohit: Ya, kami memiliki rencana untuk datang ke Jakarta tahun ini dan kami akan mengadakan workshop. Rinciannya akan segera dirilis. Kami melihat banyak orang yang sudah menunjukkan bakatnya dan ini akan menjadi kesempatan besar, bertemu orang baru dan membuat pertemanan.

MF: Saran Anda untuk kemajuan Street Photography di Indonesia!

Rohit: Saran saya, tetap sederhana, tetap jujur. Anda harus merasa jalanan adalah rumah anda sendiri. Latih mata Anda untuk melihat sesuatu yang akan terjadi. Antisipasi segala kemungkinan. Belajar dari kesalahan Anda.

Peka terhadap orang-orang yang ada di jalanan dan yang terakhir, esensi Street Photography ada dalam kepribadian fotografer, tidak dalam kameranya. Go out and shoot!

MF: Terima kasih Rohit Vohra, sudah berbagi bersama Maklum Foto


rohitvohra.com

2 COMMENTS

  1. Thanks to Chrome Translation feature i could read this interview…thanks Rohit Vohra for sharing your views on street photography. Those images in the feature are stunning…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.