Street Photography Interview Series: #20 Yota Yoshida (@yotayoshida)

699
2
Yota Yoshida

Street Photography Interview Series: Yota Yoshida

Suatu kesempatan berharga jika bisa mendengar cerita dari berbagai fotografer dengan karya-karya mengagumkan, ada banyal hal yang ingin digali. Kali ini kembali lagi kesempatan untuk mewancara dan belajar dari fotografer Jepang.

Pertama mengenal nama Yota Yoshida (@yotayoshida) di laman website 121cliks, adalah salah website favorit saya untuk mendapatkan referensi, jika kebanyakan momen yang direkam para pegiat street photography sangat sulit untuk diulang, dengan memberikan impact visual yang sangat mengejutkan diawal, tapi karya Yota Yoshida agak berbeda, karena bisa membawa pada suatu kondisi emosional paling sensitif, jika menatapnya berlama-lama, bagaikan musik post-rock yang belakangan saya gandrungi, sungguh daya tarik magis yang hanya bisa dimengerti jika ingin meresapi lebih dalam. Silahkan simak interview lengkapnya.

Silahkan perkenalkan diri Anda

Saya Yota Yoshida, Street Photographer yang berdomisili di Tokyo. Saya tidak memiliki pendidikan formal dalam fotografi namun terinspirasi oleh segala hal di setiap pengalaman sehari-hari. Pekerjaan utama saya berhubungan dengan orang dan segala kejadian di ruang publik.

Bagaimana awal mulanya Anda mengenal dan tertarik pada fotografi?

Melakukan hal yang sama seperti ayah lainnya, saya membeli kamera saat anak perempuan saya lahir. Pada awalnya, saya hanya memotretnya. Setelah itu, saya mulai mengambil gambar di jalan. Saya tidak pernah sadar akan alasannya dengan jelas, tapi mungkin karena jalanan adalah hal yang paling akrab bagi saya. Jika saya tinggal di pinggiran kota atau pedesaan, mungkin saya akan mengambil landscape.

Apa yang menginspirasi Anda dalam berkarya?

Novel, Photobook, Film, Drama, Teater, Puisi, Seni Lukisan, Hubungan Manusia, Sikap tentang Situasi Sosial, dll. Itu adalah segalanya. Foto-foto itu begitu saja terekam, tapi saya pikir berbagai hal telah banyak mempengaruhi diri saya sendiri sebelum menekan tombol rana.

Bagaimana Anda menjelaskan ketertarikan terhadap Street Photography, dan fotografi sebagai medium komunikasi?

Saya pikir bahwa tindakan mengambil foto tanpa berpose bukanlah sebuah produksi, melainkan lebih cenderung ke perasaan, dan menangkap apa yang telah diungkapkan. Saya merasa tertarik dengan Street Photography. Namun, saya tidak yakin apakah fotografi memainkan peran komunikasi …

Pada project Somewhere to Elsewhere pesan apa yang ingin Anda sampaikan?

Mereka, digambarkan dalam foto-foto ini, dan saya adalah penulisnya, sedang Anda yang melihat foto-fotonya, semua ada pada di momen masing-masing. Bagi saya, “Anda” adalah masa depan, kehadirannya hanya bisa saya bayangkan.

Secara dangkal, struktur “From Somewhere, To Elsewhere” didasarkan pada gambar pergerakan, tapi tolong pikirkan bahwa Anda berada pada “garis” yang sama dengan “Mereka” dan “Saya” saat melihat proyek ini. Saya akan senang jika ada sesuatu untuk disampaikan kepada Anda yang menyentuh sedikit bahkan hal-hal sensitif Anda.

Yota Yoshida

Karya Anda cenderung mengambil momen tentang kesepian, kejenuhan dan sudut pengambilan dari jarak yang cukup jauh, serta backpose, apakah ini punya alasan tersendiri?

Saya tidak terlalu sadar pada saat pengambilan gambar, tapi saya pikir saya pasti merasakan sesuatu , yang berkesan puitis, pada saat saya mengambil foto itu dari jarak dan sudut tersebut. Itu mungkin perasaan kesepian yang Anda dan orang lain katakan, tapi saya tidak secara sadar menghasilkan foto-foto berkesan kesepian orang-orang . Alih-alih, saya berusaha menghilangkan perasaan tersebut, berharap tidak ada hal atau kejadian yang tak dinginkan

Yota Yoshida
Yota Yoshida

Menurut pendapat Anda, apa yang membuat sebuah foto cukup baik untuk dinikmati?

Ini adalah situasi yang sulit bagi saya…mungkin, itulah esensi dari semu ini. Maaf, Saya belum sampai pada titik saya mampu menjawab pertanyaan itu,

Motivasi apa yang membuat Anda untuk tetap konsisten berkarya?

Mengambil foto sudah menjadi bagian dari hidup saya saat ini, jadi saya tidak begitu memikirkan tentang menjaga tetap termotivasi. Tentu saja, terkadang saya mengalami kemerosotan juga bisa saja terjadi. Tapi saya juga bisa mengatakan bahwa ada kesulitan untuk “momen mengambil foto berikutnya”.

Bagaimana Anda melihat perkembangan Street Photography pada saat ini?

Rentang definisi Street Photography sangat luas yang mencakup berbagai gaya tentang hubungan Hitam dan Putih, Warna dan Lapisan, Cahaya dan Bayangan, momen Penentu, Hal-hal dan momen-momen Lucu, Close-up wajah, Flash … dan lain-lain. Banyak fotografer saling meniru dengan foto yang kuat melalui internet, Ini adalah situasi yang sangat bagus bagi kita. Saya pikir sisi fotografer dan pemirsa akan semakin dewasa mulai sekarang.

Apakah Anda punya pesan tersendiri untuk kemajuan Street Photography di Indonesia?

Kita bisa mengambil foto di tempat kita untuk kita, itu artinya mengakar dalam kehidupan kita secara langsung. Hanya karena matahari Indonesia yang kuat tidak berarti anda tidak perlu mengambil gambar cahaya dan bayangan. Dan berlimpahnya warna primer di kota, tidak berarti anda tidak bisa memotret lapisan warna. Karena, anda selalu bebas, dan buang jauh semua kendala, dan nikmatilah.

Yota Yoshida

Yota Yoshida

Lahir tahun 1981, saat ini tinggal di Tokyo, Jepang, memulai Fotografi Jalanan sejak 2014

Awards

2016 : Brussels Street Photography Festival 2016 – Honorable Mention of International Singles
2015 : Miami Street Photography Festival 2015 – Award Finalist

Featured

2017 : iGNANT – “Yota Yoshida Captures The Loneliness Of Transit In Tokyo”
2017 : It’s Nice That – “Tokyo-based photographer Yota Yoshida’s “poetic expressions in the everyday””
2017 : Fubiz Media – “Delicate Photographs of Loneliness in Tokyo”
2017 : The Creators Project by Vice – “A Meditative Photo Series Shows Tokyo’s Loneliest Moments”
2016 : Sueddeutsche Zeitung – “Pause auf japanisch – Fotograf Yota Yoshida”
2016 : Juxtapoz Magazine – “The Work of Yota Yoshida”
…and many others.

Portfolio Link

Facebook

2 COMMENTS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.