Street Photography Interview Series: #27 Gabi Ben-Avraham (@gabyba33)

406
0

Street Photography Interview Series: Gabi Ben-Avraham

Beritahu kami tentang diri Anda

Saya adalah fotografer ruang publik kelahiran Israel, dan saat ini tinggal di Tel Aviv. Saya sudah menikah, memiliki 3 orang anak dan seekor anjing. Saya bekerja sebagai manajer IT di perusahaan perangkat lunak.

Tell us about yourself

I am an Israeli-born street photographer presently living in Tel Aviv. I am married with 3 children and a dog. I work as an IT manager at a software company.

Apakah Anda pernah bermimpi menjadi fotografer sebelumnya?

Tidak, ini berawal dari hobi dan sekarang menjadi bagian dari diri saya.

Did you ever dream of becoming a photographer?

No, it started as a hobby and has become my art.

Apa yang anda rasakan saat anda memotret untuk pertama kali?

Saya merasa sangat puas dan senang, hingga saya menyadari bahwa inilah tujuan hidup saya.

How did you feel when you took your very first shot?

I was very satisfied and happy and realized this was my purpose in life.

© Gabi Ben-Avraham

Bagaimana fotografi mempengaruhi hidup Anda?

Selama satu minggu saya bekerja selama berjam-jam, jadi biasanya saya hanya memotret pada akhir pekan atau acara-acara khusus, seperti upacara keagamaan atau saat liburan keliling dunia.

How does photography affect your life?

During the week I work long hours so I shoot mainly on weekends or special occasions, such as religious ceremonies or travels on my vacations around the world.

Anda ingin dikenal sebagai fotografer yang seperti apa?

Saya ingin dikenal sebagai fotografer ruang publik dengan sentuhan surealis.

What kind of photographer do you want to be known?

I want to be known as a street photographer with a surreal touch.

Apa yang orang lain pikirkan dengan karya Anda?

Saya tidak benar-benar tahu, tapi dari komentar yang saya dapatkan saya percaya bahwa mereka menyukai dan menghargainya.

What do other people think of your work?

I really don’t know, but from the comments I receive I believe they like it and appreciate it.

Apa alasan yang membuat Anda terus memotret hingga saat ini?

Ini adalah hal yang saya cintai dan sudah seperti panggilan hidup saya.

What is the reason why you keep taking pictures up until now?

This is the thing that I love to do and it is my vocation in life

© Gabi Ben-Avraham

Jika kamu bisa mengundang fotografer manapun (yang sudah meninggal atau masih hidup) untuk makan malam, siapakah itu?

Saya akan sangat senang untuk makan malam dengan Sebastião Salgado karena foto hitam putihnya, dan juga dengan Harry Gruyaert karena penggunaannya pada warna.

If you can invite any photographers (dead or alive) to dinner, who would that be?

I would love to dine with Sebastião Salgado for his B&W images, and also withHarry Gruyaert for his use of colors.

Ansel Adams berkata “Fotografi, sebagai media untuk berekspresi dan berkomunikasi, menawarkan berbagai macam persepsi, interpretasi, dan eksekusi yang tidak terbatas”. Bagaimana anda menuangkan ide dan berkomunikasi melalui media fotografi?

Saya mencoba mengambilnya dari kejadian sehari-hari, membawa mereka keluar dari yang biasanya, dan mengubahnya menjadi adegan yang surealis dan teatrikal.

Ansel Adams said “Photography, as a powerful medium of expression and communications, offers an infinite variety of perception, interpretation and execution”. How do you pour ideas and communicate through the medium of photography?

I try to take daily- life situations, take them out of their context and  turn them into surreal and theatrical scenes.

Semakin majunya teknologi fotografi dan semakin mudah pula untuk menunjukan karya secara online, tentunya menjadi pemicu yang membawa banyaknya variasi karya dalam fotografi. Dalam pandangan Anda, pada saat seperti ini, apa yang akan menjadi pembeda di antara fotografer?

Itu benar bahwa teknologi sudah semakin maju, dan internet pun penuh dengan gambar-gambar. Bagaimana pun juga, yang paling penting adalah mata, pikiran, dan persepsi si fotografer kepada dunia.

The more advanced the technology of photography as well as the easier it becomes for online showcase are certainly the trigger that bring up the variety of works in photography. In your opinion, at times like this, what will be the distinguisher between photographers?

It is true that technology is becoming more and more advanced and the net is rich with images. Nevertheless, the most important thing is the eye and mind of the photographer and his perception of the world.

Bagaimana Anda menikmati sebuah karya fotografi?

Saya melihat dari beberapa elemen ini pada foto: kondisi surealis, momen yang pasti, sebuah cerita, percakapan antara elemen pada foto, cahaya, bayangan, warna dan lapisan yang baik – beberapa atau sebagian dari itu harus dibangun untuk menghasilkan foto yang baik.

How do you enjoy a photograph?

I am looking for some of these elements in a good photo: Surrealistic situation, a decisive moment, a story, dialogue between elements in the frame, good light, shadows, colors and layers – some or part of those must be built in order to make a good photo.

Pesan apa yang ingin Anda sampaikan melalui karya-karya Anda?

Fotografi adalah gairah bagi saya. Itu adalah cara saya melihat dunia di sekeliling saya, dimana saya bisa menunjukan perasaan saya kepada dunia melalui sudut pandang saya.

What message do you want to convey through your works?

Photography for me is a passion. It is my way of looking at the world around me, whereby I can express my feelings and show the world from my point of view.

© Gabi Ben-Avraham

Tujuan apa yang ingin Anda capai melalui fotografi?

Melalui lensa kamera saya selalu melihat sekeliling, mencari momen ‘menentukan’ itu yang tidak dapat kembali, kecuali saya memotretnya. Ketika menekan tombolnya, saya mencoba untuk menciptakan sebuah rasa, menyusun kembali menjadi susunan yang abstrak dalam sebuah komposisi.

What purpose do you want to accomplish through photography?

Via the camera lens I am constantly looking around me, searching for that ‘decisive’ moment that will never return, unless I catch it. When pushing the button, I try to make some sense, restore order to the chaotic scheme of things in the composition

Jika Anda diberi kesempatan untuk berkunjung ke masa lalu, siapa fotografer yang ingin Anda temui dan ajak diskusi?

Saya akan sangat senang untuk bertemu dengan Henri Cartier Bresson, seseorang yang menginspirasi saya sejak awal saya melangkah, lalu bepergian keliling dunia bersamanya untuk memahami persepsinya pada kenyataan.

If given the chance to pay a visit to the past, which photographer would you like to meet and discuss with?

I would love to meet Henri Cartier Bresson, who inspired me on my first steps, and travel around the world with him to understand his perception of reality.

Bagaimana Anda melihat perkembangan fotografi ruang publik di Indonesia?

Saya bertemu dengan banyak fotografer Indonesia melalui jejaring sosial, dan kesan yang saya dapatkan adalah adanya minat yang sedang berkembang pada fotografi jenis ini disana, lebih dari sebelumnya.

How do you view the development of Street Photography Indonesia?

I meet a lot of Indonesian photographers via the social networks and I get the in impression that there is a growing awareness to this kind of photography more than in the past.

© Gabi Ben-Avraham
© Gabi Ben-Avraham
© Gabi Ben-Avraham

Gabi Ben Avraham – BIO

Saya adalah seorang fotografer ruang publik kelahiran Israel, yang sekarang tinggal di Tel Aviv. Ketertarikan saya dengan fotografi dan kamera film dimulai pada tahun 1980an, saya lalu mengejar karir sebagai manajer IT dan memiliki kecintaan pada gambar diam (still image).

Beruntung, ketertarikan saya tidak pernah hilang: meskipun gairah itu sempat terbengkalai untuk waktu yang lama, yang dibutuhkan hanyalah hadiah kamera dari istri saya untuk membangkitkan kembali kesukaan saya pada fotografi.

Ruang publik bukanlah studio. Terkadang saya hanya berdiri dan menunggu sesuatu untuk berada di satu titik – pengendara sepeda, penari, seorang anak kecil – bergerak bersama. Fotografi ruang publik/Dokumenter adalah cara favorit saya untuk melihat dunia.

Kamera saya sudah seperti bagian dari diri saya, dan saya tidak bisa membayangkan jika saya harus kehilangan itu. Saya selalu membawanya kemana pun saya pergi, sambil berpikir ‘mungkin hari ini adalah hari keberuntungan saya, dan saya akan mendapat hasil foto yang berarti di hidup saya’. Melalui lensa kamera saya selalu melihat sekeliling, mencari momen ‘menentukan’ itu yang tidak dapat kembali, kecuali saya memotretnya. Ketika menekan tombolnya, saya mencoba untuk menciptakan sebuah rasa, menyusun kembali menjadi susunan yang abstrak dalam sebuah komposisi, menceritakan kisah di balik layar dan membingkai sebuah momen surealis. Setiap komponen ‘berbicara’ satu sama lain dengan dialog yang tidak biasa, baik dengan warna (saya lebih memilih hitam putih, saya membuatnya berwarna hanya jika memiliki arti), bentuk, atau cahaya. Memotret momen yang tidak biasa, dan sukar dipahami yang tidak dapat terulang kembali, lalu menjadikannya abadi – itu tujuan saya.

Orang-orang terabaikan dan terlupakan yang hidup dikelilingi suasana perkotaan yang modern, akan diberkahi oleh momen tidak biasa yang mereka punya. Bayang-bayang, kerapuhan, refleksi dalam kehidupan sehari-hari yang tidak dilirik dalam kehidupan perkotaan, dan kadang-kadang hancur oleh itu  – semua itu berharga bagi saya. Semua ungkapan dan komposisi itu harus disimpan baik-baik sebelum mereka hilang oleh waktu.

Realitas adalah urutan adegan yang tidak pernah berakhir. Dan kamera adalah alat untuk membuatnya berhenti, mengisolasinya dan membuatnya tidak biasa. Realitas akan tampak berbeda sesuai momen yang diinginkan oleh penciptanya itu sendiri.

Dengan sekali klik, seorang fotografer akan mencoba membuat hal tidak bermakna di sekelilingnya, menjadi bermakna. Setiap komponen “berbicara” satu sama lain dengan cara yang unik, dengan komposisi, warna, cahaya, bayangan, dan bentuk.

Seorang fotografer menciptakan ruang halusinasi yang pribadi dan intim, lalu membagikan itu dengan para penikmatnya. Sebuah momen yang telah diabadikan merupakan ‘momen yang pasti’, pertemuan antara kenyataan dan fiksi, nyata dan tidak. Seorang fotografer menghubungkan hal yang mungkin dengan yang tidak mungkin, bahkan saat momen tersebut memudar akan tetap terekam dalam ingatan.

Saya memotret secara lepas selama beberapa tahun dan mengisi berbagai loka karya fotografi ruang publik.

Saya adalah anggota dari “Thestreetcollective”, http://www.thestreetcollective.com/ yang didirikan pada tahun 2013, dan sejak saat itu saya mulai mendokumentasikan kejadian di ruang publik berdasarkan sudut pandang pribadi. Tujuan dari karya-karya saya tidak hanya untuk mendorong fotografi ruang publik ke ranah umum, tapi juga untuk menawarkan kesempatan kepada para fotografer ruang publik untuk berbagi proyek dengan audiens yang lebih besar.

Gabi Ben Avraham – BIO

I am an Israeli-born street photographer presently living in Tel Aviv. After flirting with an initial fascination with photography and film cameras in the 1980’s, I went on to pursue a career as an IT manager and put my love for the still image aside.

Fortunately, my interest never disappeared: while the passion lay dormant for decades, all it took was the gift of a camera from my wife to awaken my inclination towards photography again.

The Street is not a Studio. Sometimes I stand and wait for things to converge – a cyclist, a dancer, a child – moving along. Street Photography/Documentary is my favorite way of looking at the world.

My camera has become an integral part of me and I cannot imagine myself without it. Everywhere I go I take it with me thinking ‘maybe today will be my lucky day and I will take the photo of my life’. Via the camera lens I am constantly looking around me, searching for that ‘decisive’ moment that will never return, unless I catch it. When pushing the button, I try to make some sense, restore order to the chaotic scheme of things in the composition, tell the story behind the scene and frame a surrealistic moment. The components ‘speak’ with each other in a special dialogue, either by color (I prefer B&W, I add color only when it is meaningful), shape, or light. Capturing the elusive, special moment after which things will never be the same and making it eternal – that is my goal.

Forgotten, transparent people in urban surroundings are being granted their moment of grace. The shadows, fragile outlines, reflections within daily lives that are not noticed in the busy and thick urban landscape and sometimes are even crushed by it – these are precious to me. Those expressions and compositions are to be treasured before they are lost in time.

Reality is a sequence of never-ending scenes. The camera is an instrument to freeze the moment, isolate it and take it out of context. Alternative reality is the moment existing in the mind of its creator.

At a single click, the photographer tries to fill the insignificance around him with significance. The components “speak” with each other in a unique dialogue made of composition, color, light, shadow and shape.

The photographer creates a private and intimate hallucination and shares it with  the viewer. The moment made eternal by the act of shooting is ‘the decisive moment’, a junction of reality and fiction, real and surreal. The photographer links the possible with the impossible and even though the moment fades, it is burnt in the memory of the viewer.

I shoot independently for a few years and teach in Street Photography workshops.

I am a member of “Thestreetcollective”, http://www.thestreetcollective.com/ which was founded in 2013, and have since been documenting the occurrences of the streets from a personal perspective. The Collective’s aim is not only to encourage street photography in general, but to offer up and coming street photographers the opportunity to share projects with a larger audience. ​

 

Exhibitions:

Social Protest – Group exhibition at TA Central Station Gallery, 2011

“the street is not a studio” – a solo exhibition at Davis Gallery CA USA, January 2013

Journey in Cuba – 2nd International photography festival, Jaffa, a series of images in video .

Negiot 2 – Group exhibition in Jaffa Port, Aug. 2012

Man/water/wind – Group exhibition, municipal gallery of Herzliya, March 2014

“Tel Aviv – another aspect” –Third  International photography festival,Rishon Lezion, a series of images in video.

Disappearing of light/sunset”- Group exhibition at Zaritsky Artist House TA, June 2014  

Group exhibition of Street Photography, Indonesia , Nov 2014  -“Everybody Street to Indonesia
Local testimony 2014 – Photojournalism exhibition  Dec 2014

Local Testimony 2015  – Photojournalism exhibition Dec 2015

Street Portfolio – a solo exhibition in Cambodia, Dec. 2015

TheStreetCollective exhibition at MSPF Miami Street Photography Festival , Dec 2015

TheStreetCollective exhibition at Abecita Kunst Museum, Boras Sweden, Aug. 2016

Med Photo Fest 2017 – 20 pics a solo exhibition in Catania, Sicilia Italy.

Copyrights:
All the pictures in this post are copyrighted
Gabi Ben-Avraham

Interviews:
Tomi Saputra

Translator:
Siti Aisyah Nurfitri

Facebook

Flicker

Instagram

Website

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.