Street Photography Interview Series: #28 Suresh Naganathan (@sureshnaganathan)

395
0

Street Photography Interview Series: Suresh Naganathan 

Ceritakan pada kami tentang diri Anda

Nama saya Suresh. Saya lahir di Jenewa, Swiss dari pasangan asal India. Setelah menyelesaikan pendidikan, saya mulai bekerja di sebuah perusahaan internasional. Bagian dari pekerjaan saya adalah berpergian ke beberapa daerah di Eropa dan Asia. Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya pindah kembali ke Asia, pertama ke Singapura lalu ke Mumbai, India di mana saya tinggal hingga saat ini.

Empat tahun lalu, setelah lama bermain – main dengan kamera, saya akhirnya menemukan cinta sejati saya: Street Photography.

Tell us about yourself

My name is Suresh. I was born in Geneva, Switzerland to Indian parents. After having done all my studies, I started working in an international company. Part of my job was to travel to different parts of Europe and Asia. Around 10 years ago, I relocated to Asia , first to Singapore then to Mumbai, India where I have lived ever since.
4 years ago, after many years of playing around with a camera, I finally discovered my true love: Street Photography.

Apakah Anda pernah bermimpi menjadi fotografer?

Tidak sama sekali! Fotografi adalah sesuatu yang awalnya saya lakukan untuk merekam perjalanan saya. Mulanya bagi saya, mengambil foto adalah untuk membuat memori mengenai tempat – tempat yang saya lihat namun saya tidak pernah puas dengan hasil foto saya. Saya mengikuti beberapa kursus online untuk mempelajari hal dasar namun ada sesuatu yang kurang, saya tidak tahu apa ingin saya foto.

Pada 2014, saya mengikuti beberapa workshop street photography (awalnya workshop kecil di Mumbai, lalu selama 3 hari di Bangkok dengan APF). Ini mengubah hidup saya. Melihat foto – foto para jagoan, saya sangat takjub dengan apa yang bisa dihasilkan oleh sebuah kamera dan saat itu saya tahu bahwa inilah yang ingin saya lakukan.

Sejak saat itu, saya terus mempelajari seni fotografi dan menikmati setiap momennya.

Did you ever dream of becoming a photographer?

Not at all! Photographing was something I started doing to document my travels. Originally for me, aking pictures was to create memories of the places I was seeing but I was never satisfied with the pictures I was taking. I followed a couple of online courses to learn the basics but something was missing because I did not know what I liked to shoot.
In 2014, I attended a couple of street photography workshops (first a small one in Mumbai, then a 3-day one in Bangkok with APF). This changed my life. Looking at the pictures of all the masters, I was so amazed to see what could be done with a camera and I knew that this is what I wanted to do. 
Ever since that time, I have been learning the art of photography and enjoying every moment of it.

Bagaimana perasaan Anda saat mengambil foto untuk pertama kali?

Saya memiliki banyak kali pertama: pertama kali ayah memberikan kameranya pada saya untuk foto keluarga. Pertama kali saya membeli kamera dan menggunakannya. Pertama kali saya menghasilkan foto yang menurut saya bagus.

Semua momen inilah yang membawa saya kembali ke seni ini. Saya mendapatkan kebahagiaan dari memencet tombol shutter dan mendapatkan foto yang lumayan. Rasanya seperti sihir saat semua elemen bersatu dengan cara yang hanya kita yang mengerti.

How did you feel when you took your very first shot?

I have had many first times: the first time my dad gave me his camera to take a family shot. The first time, I bought my own first camera and took a shot with it. The first time, I took what I think was a good shot. 
All these moments are what keep me coming back to this art. I get such joy from pressing the shutter and getting a decent picture. It is almost magic when all the elements in a picture come together in a way only you can see.
© Suresh Naganathan

Bagaimana fotografi mempengaruhi diri Anda?

Fotografi adalah salah satu hal terbaik dalam hidup saya. Ia menghubungkan saya dengan komunitas yang luar biasa di seluruh dunia. Ia membuat saya menyatu dengan orang – orang sekitar saat saya memotret di jalanan. Ia membuat saya lebih ingin tahu, peka, saya menaruh perhatian pada detail di sekeliling saya, cahaya, warna. Saat memotret, saya lebih banyak tersenyum.

How does photography affect your life?

Photography is one of the best things that has happened to me. It connects me with a wonderful community across the world. It makes me one with the people around me when I shoot on the streets. It makes me more curious, observant, I pay attention to the details around me, see light, colors. When I shoot, I smile more.

Anda ingin dikenal sebagai fotografer yang seperti apa?

Saya ingin dikenal sebagai fotografer yang membawa senyuman di wajah orang – orang. Fotografer yan menyenangkan. Seni ini adalah tentang membagi momen yang saya lihat dengan dunia di sekitar saya.

What kind of photographer do you want to be known?

I would like to be known as a photographer who brings smiles to people’s faces. A joyful photographer. This art is all about sharing the moments I see with the world around me.

Bagaimana orang lain menilai karya Anda?

Pertanyaan yang bagus 🙂 Saya tahu keluarga dan kawan – kawan dekat menyukai karya saya dan saya merasa telah cukup berkembang selama 3 – 4 tahun terakhir sehingga orang mulai sedikit mengenali foto – foto saya. Namun, lebih dari itu, saya memotret untuk diri sendiri dan biasanya saya tidak puas dengan karya saya.

What do other people think of your work?

Good question :-). I know my family and close friends like my work and I think that I have improved enough over the last 3-4 years so that people start recognizing a bit my pictures. But, more than anybody else, I shoot for myself and I usually am never satisfied with my work.

Apa yang menjadi alasan Anda masih memotret sampai sekarang?

Hal ini membuat saya bahagia. Saat saya memotret di jalanan, saya tidak memikirkan hal lain.

What is the reason why you keep taking pictures up until now?

It makes me happy. When I am out shooting on the streets, I don’t think about anything else.
© Suresh Naganathan

Kalau Anda bisa mengundang fotografer siapapun (masih hidup atau sudah meninggal) untuk makan malam, siapakah dia?

Saya sangat ingin makan malam dengan Elliott Erwitt dan Rene Maltete. Menilik dari foto mereka, saya yakin itu akan jadi makan malam yang penuh candaan!

If you can invite any photographers (dead or alive) to dinner, who would that be?

I’d love to have a dinner with Elliott Erwitt and Rene Maltete. Looking at their pictures, I am sure it would be a dinner full of jokes!

Ansel Adam mengatakan, “Fotografi, sebagai medium yang kuat dari ekspresi dan komunikasi, menawarkan variasi tak terbatas atas persepsi, penafsiran, dan eksekusi”. Bagaimana Anda menuangkan ide dan berkomuniasi melalui fotografi?

Salah satu karateristik street photography yang paling indah adalah tak terbatasnya jumlah momen yang dapat diambil. Bila Anda melihat di dunia maya atau di buku, Anda akan melihat ada banyak cara untuk merekam dunia. Anda tidak membutuhkan apapun selain kamera, sepasang sepatu atau sandal yang nyaman dan pikiran yang terbuka.

Saya mendapat banyak ide dari melihat foto – foto para jagoan dan seniman kontemporer dari seluruh dunia. Namun saat saya keluar untuk memotret, saya berusaha mengosongkan pikiran dan membiarkan dunia menghadiahkan momen pada saya. Bahkan bila saya memiliki ide menarik untuk diterapkan, saya merasa jalanan memiliki ide yang bahkan lebih unik. Anda hanya perlu mencari!

Ansel Adams said “Photography, as a powerful medium of expression and communications, offers an infinite variety of perception, interpretation and execution”. How do you pour ideas and communicate through the medium of photography?

One of the most beautiful characteristics of street photography is the infinite number of moments that one can capture. If you look online or in books, you see that there are so many ways to document the world. You don’t need anything except a camera, a good pair of shoes or slippers and an open mind.
I get a lot of ideas by looking at the pictures of masters and contemporary artists from all around the world. But when I go out to shoot, I just try to keep a blank mind and let the world gift me moments. Even if there are interesting ideas to implement, I feel that the streets have more unique ideas to offer. You just have to look!

Semakin maju teknologi fotografi, semakin mudah untuk memperlihatkan karya secara online. Hal ini memicu muncul beragam karya dalam bidang fotografi. Menurut Anda, pada saat seperti ini, apa yang akan membedakan antar fotografer?

Saya rasa dengan majunya media sosial dan mudahnya seseorang membagikan foto, menjadi lebih mudah untuk mengakses berbagai foto menakjubkan dari seluruh dunia. Hal yang kurang menyenangkan adalah Anda juga mendapatkan akses ke foto – foto yang kurang bagus dan jiplakan buruk dari foto asli yang sudah ada. Saya rasa mereka yang menonjol adalah yang memiliki pandangan sendiri dan memotret untuk diri mereka sendiri.

Semua orang memiliki sudut pandang yang unik namun butuh waktu agar foto Anda dapat menunjukkan hal itu. Permasalahan dengan dunia maya adalah semua orang ingin menjadi “terkenal” dengan cepat. Semua mencari imbalan cepat. Tapi bila Anda melihat para jagoan, mereka membutuhkan waktu 20, 30, 40 tahun untuk mencapai posisi mereka saat ini. Untuk saya, inilah kuncinya: bersabarlah, memotretlah untuk dirimu sendiri, selalu mencoba menjadi lebih baik, jujurlah tentang karya Anda. Selama waktu itu karya Anda akan dikenal dan Anda akan berbeda dengan yang lain.

The more advanced the technology of photography as well as the easier it becomes for online showcase are certainly the trigger that bring up the variety of works in photography. In your opinion, at times like this, what will be the distinguisher between photographers?

I think that with the advent of social media and the ease with which one can share their pictures, it becomes easier to get access to amazing work from all around the world. The drawback is that you also get access to a lot of mediocre work and also lesser copies of original work. I think that the people who really stand out are the ones who have their own vision and shoot for themselves.
Everybody has a unique point of view but it takes time for your pictures to convey that. The problem with the online world is that everybody wants to be “famous” very fast. It’s all about quick rewards. But if you look at the masters, they took 20-30-40 years to reach the level where they are today. For me, that is the key: take your time, shoot for yourself, always try to do better, be honest about your work. Over a period of time, your work will start to be recognized and you will distinguish yourself from others.

Bagaimana Anda menikmati sebuah foto?

Saat sedang santai saya selalu menikmati foto – foto. Saya mengumpulkan buku foto dan zine dan saya suka berselancar di grup utama Flickr (seperti HCSP, APF). Dari situlah saya mendapat inspirasi.

How do you enjoy a photographs? 

I look at pictures all the time whenever free. I collect photo books and zines and love to browse through some of the main Flickr groups (like HCSP, APF). That’s how I get inspired.

Pesan apa yang ingin Anda sampaikan melalui karya Anda?

Saya tidak memiliki pesan penting yang ingin saya sampaikan. Saya hanya ingin membawa senyuman ke wajah orang – orang.

What message do you want to convey through Your works?

I don’t have any higher message to convey through my work. I just want to bring a smile to people’s face.
© Suresh Naganathan

Tujuan apa yang ingin Anda capai melalui fotografi?

Saya ingin menunjukkan bahwa dunia sekitar kita itu unik dan magis. Orang – orang melakukan hal yang lucu! Sangat banyak keragaman. Bila orang mulai memberikan perhatian lebih pada dunia di sekitar mereka setelah melihat foto saya, maka tujuan saya telah tercapai.

What purpose do you want to accomplish through photography?

I want to show that the world around you is unique and magical. People do funny things! There is so much diversity. If the people start paying more attention to the world around them after looking at my pictures, then my purpose is achieved.

Bila diberi kesempatan untuk berkunjung ke masa lalu, siapakah fotografer yang ingin Anda temui dan ajak berdiskusi?

Saya telah menyebutkan Rene Maltete sebelumnya. Saya sangat ingin bertemu dan berdiskusi dengannya. Caranya melihat dunia sangat unik terutama untuk tahun 1950an. Saya juga berharap dapat bertemu Lars Tunbiork. Foto – fotonya sangar surealis. Saya berharap dapat melihatnya memotret.

If given the chance to pay a visit to the past, which photographer would you like to meet and discuss with?

I mentioned Rene Maltete before. I would really have loved to meet him and discuss with him. His way of seeing the world was completely unique especially in the 1950s. I wish I could have met also Lars Tunbjork. His images are so surreal. I wish I could have seen him shoot.

Bagaimana Anda memandang perkembangan street photography di Indonesia?

Saya rasa Indonesia masih dalam masa pertumbuhan dalam hal fotografi jalanan namun saya merasa bahwa Indonesia akan menjadi tempat terkenal berikutnya bagi street photography. Negara Anda sangat beragam dan memiliki banyak komunitas menarik. Yang ingin saya lihat adalah orang – orang merekam kota kecil dan pulau kecil yang bukan lokasi wisata di Jawa, Bali.

Saya berharap memiliki kesempatan untuk berkunjung dan memotret di masa yang akan datang.

How do you view the development of Street Photography Indonesia?

I think that Indonesia is just at the infancy of street photography but I feel that it is going to be the next big place for Street Photography. Your country is so varied and has so many interesting communities. What I would love to see is people documenting smaller cities and smaller islands beyond the touristic and known spots in Java, Bali.
 
I hope that I will get a chance to come and shoot here in the coming months/years.
© Suresh Naganathan
© Suresh Naganathan
© Suresh Naganathan

Bio

Born in Switzerland in 1980, I moved back to India, my parents’ country of origin, in 2008. Overwhelmed by the sounds, colors, and overbearing human presence in this new environment after 28 years in calm Switzerland, I picked up the camera in order to make sense of all the chaos surrounding me.

After a few years of random snapshots, I came across the genre of street photography in 2014.

It was a revelation! This encounter opened my eyes to the endless possibilities the art of candid photography has to offer. From that moment, there was no turning back. My passion turned into an obsession, a quest to find the special moments that people so easily miss.

Over the last 2 and a half years, I have been exploring the streets of the world. Wherever I go, the camera is an integral part of me, in my search for that “something” unique and quirky that only I can see. This is as much an exploration of the world around me as it is of my own self.

Features & Publications

1. Photo of the week on StreetHunters
2. World Street Photography 3 (2015/2016) Book
3. Deep Freeze Magazine issues #4, #6, #7, #11 – India 20154. The Candid Frame Showcase: “Street Photography: Creative Shadows”
5. The Candid Frame Showcase: “Street Photography: Multiple Gestures
6. Conversation with Suresh Naganathan on Yuri Photography

Facebook

Flickr

Instagram

Website

Copyrights:
All the pictures in this post are copyrighted
Suresh Naganathan

Interviews:
Tomi Saputra

Translator:
Hana Achmad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.